Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita. Tetapi kanker leher rahim stadium dini yang cepat ditangani dapat sembuh 100%. Artinya, semakin dini penyakit kanker diketahui maka semakin mudah menanganinya. Salah satu cara yang efektif untuk mendeteksi kanker leher rahim secara dini adalah dengan Pap smear.
Pap smear adalah suatu metode skrining ginekologi yang di cetuskan oleh Papanikolou, yang mana bertujuan untuk mendeteksi kanker mulut rahim yang di sebabkan oleh Human Papiloma Virus ( HPV ), sehingga kanker mulut rahim bisa dideteksi sedini mungkin sebelum berkelanjutan. Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.
Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Nah lo, mangkanya jangan jajan yaa.
Pemeriksaan Pap smear dilakukan dengan cara memasukkan alat (spekulum) ke dalam vagina pasien, kemudian akan di ambil sample sel dengan menggunakan spatula kayu atau plastik. Kemudian sample sel tersebut akan di periksa di laboratorium.
Gejala Kanker Leher Rahim
Kanker leher rahim pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tanda yang khas. Boleh jadi tidak ada gejala sama sekali atau dapat juga keluar keputihan, sampai perdarahan sesudah senggama. kanker leher rahim yang telah lanjut sering memberikan gejala :
- Perdarahan sesudah senggama
- Keluar keputihan atau cairan encer pada vagina
- Perdarahan sesudah mati haid (menopause)
- Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan berbau dan dapat bercampur dengan darah
Pap smear dilakukan di ruang dokter dan hanya beberapa menit. Pertama anda berbaring di atas meja periksa dengan lutut ditekuk. Secara perlahan dokter akan memasukkan alat spekulum ke dalam vagina anda. Lalu dokter akan mengambil sampel sel serviks anda dan membuat apusan (smear) pada slide kaca untuk pemeriksaan mikroskopis.
Siapa yang Harus Melakukan Pap Smear?
American Cancer Society merekomendasikan Pap smear pertama sekitar 3 tahun setelah hubungan seksual pertama atau pada usia 21 tahun. Setelah usia 21 tahun, petunjuknya sbb:
- Usia 21 – 29 tahun
- Usia 30 – 69 tahun
- Usia Lebih dari 70 tahun
Faktor Resiko
Tanpa melihat usia anda, jika anda memiliki faktor resiko anda perlu melakukan tes setiap tahun. Faktor resikonya yaitu:
- riwayat aktivitas seksual saat remaja, khususnya jika anda memiliki lebih dari 1 pasangan seks
- saat ini memiliki pasangan seks yang banyak (multiple)
- pasangan yang memulai aktivitas seksual sejak dini dan yang memiliki banyak pasangan seksual sebelumnya
- riwayat penyakit menular seksual
- riwayat keluarga dengan kanker serviks
- diagnosis kanker serviks atau Pap smear memperlihatkan sel prakanker
- infeksi human papilloma virus (HPV)
- perokok, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim.
- infeksi HIV
- sistem imun yang lemah karena beberapa faktor seperti transplantasi organ, kemoterapi atau penggunaan kortikosteroid kronis
Persiapan Pap Smear
Untuk meyakinkan Pap smear anda efektif, ikuti tips berikut sebelum melakukan tes:
- hindari berhubungan seksual atau menggunakan obat vaginal atau busa/krim/gel spermisid selama 2 hari sebelum melakukan Pap smear karena ini dapat menyembunyikan sel abnormal
- coba untuk tidak menjadwalkan Pap Smear selama periode haid anda, walaupun tes dapat dilakukan lebih baik untuk menghindari waktu tertentu dari siklus anda
Bagaimana mencegah kanker serviks?
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
- Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
- Hindari merokok, banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
- Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
- Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
- Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
- Rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
- Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
- Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.